Kamis, 22 September 2016

Sejarah PSHT Rayon Pereng







PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE
RAYON PERENG
                  



                                      Sebuah Organisasi yang ada sejak tahun 1922 di madiun yang kini di kembangkan di sebuah desa sumberjo dusun pereng pada tahun 2010 di mana pada saat itu terdapat 5 warga PSHT di dusun pereng yang pertama adalah Agus saifudin yang disahkan pada tahun 2001 dengan pekerjaan saat ini adalah seorang TNI di wilayah magelang, dan saat ini sudah tidak tingal di dusun pereng melainkan tinggal  sesuai dengan tempat kerjanya yaitu di magelang. Warga yang kedua yaitu Mas Didik Poerwanto menjadi warga PSHT pada tahun 2002 dimana sebenarnya dengan mas agus adalah satu perjuangan dalam latihan PSHT, saat ini ia menjadi sesepuh PSHT di Rayon Pereng dengan Pekerjaan yang ditekuni saat ini adalah Produk Ikan Pindang Kering (BAKOL PINDANG). Warga PSHT yang ke-3 yakni Mas Efendi berasal dari Desa Menonggo yang pada saat itu menika dengan Ulfa dari dusun pereng dan menetap didusun pereng yang disahkan menjadi warga PSHT pada tahun 2006. Warga yang ke 4 dan ke 5 adalah satu perjuangan namun beda tempat perjuangan yang sama-sama disahkan pada tahun 2009B (2009 Akhir) mereka adalah Amin Thohari dan Khoirul Huda berasal dari Komisariat UNISDA dan Ranting Sukodadi.
                                     Mereka semua sepakat mendirikan sebuah pelatihan PSHT di dusun Pereng, keinginan itupun terpennuhi sehinga pada saat itu diadakanlah latihan PSHT bertempat (Rayon) rumahnya Bpk. Parman/Ibu Sariani RT.14 RW. 05 Dusun Pereng Desa Sumberjo Kec. Pucuk Kab. Lamongan
dengan jumlah siswa kurang lebih 12 orang. namun kegiatan tersebut hanya berlangsung selama tujuh bulan, setelah pemegang latihan tetap ( Koirul huda dan Amin Thohari) mendapatkan kerja di luar kota ( Surabaya) latihan itupun di berhentikan dan siswa-siswa yang masi aktif di pindahkan ke Rayon Kadung Rembung.
                                    Para siswa PSHT yang dipindahkan ternyata merasa tidak cocok dengan lingkungan barunya sehingga satu persatu mereka berhenti, tingal dua anak yang masi melanjutkan latihan di rayon kadung rembung mereka adalah Abdul Azis dan Anggara, dilain tempat pemuda dusun pereng banyak juga yang ikut latihan PSHT di tempat lahin hingga tiba waktu pengesahan warga PSHT tahun 2010 dan dari dusun pereng mengesahkan satu orang pemuda yaitu Hedrik yang disahkan dari Komisariat UNISDA. Dengan disahkanya Mas Hedrik pada tahun 2010 semakin banyak pula Pemuda Dusun Pereng yang mengikuti latihan PSHT sehingga pada tahun 2011 Warga PSHT di Dusun Pereng bertambah banyak dengan Mengesahkan 6 Orang yakni, Mas AZIS berasal dari Ranting Sukodadi, Mas Sariono, Mustari, Mif Takul Sholikin, Arif Wahyudi dan Mas Zainur berasal dari Ranting Sugio.
                                   Dengan bertambahnya warga PSHT didusun pereng maka niat para Wargapun mulai tergugah lagi untuk menghidupkan Latihan PSHT didusun Pereng yang selanjutnya mengadakan musyawarah dan sepakat mengadakan latihan PSHT di dusun Pereng dengan menempatkan Rayon Di RT 13 yaitu di Tanahnya Alm. Bapak Romadi dengan berpusat ke Ranting Pucuk dengan Jumlah siswa yang cukup banyak antara 14 sampai dengan 16 Siswa. Latihan tersebut berjalan lancar hingga para Siswa tersebut mendapatkan sabuk hijau dan mulai latihan ke Ranting Pucuk dengan jumlah 3 orang siswa. Namun Masalah pun mulai mencoba para warga dengan kendala para siswa yang latihan di Ranting Pucuk mulai jenu latihan dan berhenti satu-persatu sehingga harapan para Warga PSHT dusun Pereng pun udar untuk mengesahkan Warga PSHT dari Dusun sendiri.
                                 Di lain tempat dari pemuda dusun Pereng ada yg mengikuti latihan PSHT yang mana mereka pun sukses dan pada tahun 2012 Warga PSHT dari dusun Pereng bertambah 4 Orang yaitu : yang Pertama adalah Anggara yang berasal dari Ranting Sukodadi dan selanjutnya adalah Tekno, Didik dan Kardi yang berasal dari Padepokan pada waktu itupun mereka bersama Warga PSHT yang lainya mendirikan Latihan PSHT di dusun Pereng yang bertempat di RT. 14 dirumahnya Mas Didik Poerwanto yang diikuti oleh banyak sekali pemuda dusun Pereng, namun seperti biasa seleksi alampun terjadi hingga sampai saat kenaikan hijau hanya tersisa satu siswa yaitu M. Saipul yang mana agar siswa tersebut dapat menjadi seorang warga PSHT M. Saipul pun di pindahkan dari Ranting Pucuk ke Ranting Sukodadi saat itu pula Rayon Dusun Pereng berganting Ranting dari Pucuk  berpindah ke Ranting Sukodadi dan pada tahun 2013 warga PSHT dusun Pereng boleh berbangga diri karna dapat mengesahkan satu orang warga  dari Dusun Pereng sendiri yaitu M. Saipul. Di lain tempat  pemuda dusun Pereng pun ada yang menjadi seorang warga PSHT yaitu Andis, yang disahkan dari ranting Pucuk.
                                Tahun 2013 berjalan setelah disahkanya Mas Saipul latihan Rayonpun mulai surut dan akhirnya berhenti sehingga pada tahun 2014 tidak ada warga Dusun Pereng yang disahkan menjadi warga PSHT namun dilain kesempatan  ada pendatang dari Desa Njongkang kecamatan Sugio yang menikah dengan mbak wiwik dari dusun Pereng dan menetap didusun Pereng dia adalah Mujiono Nur yang disahkan menjadi warga PSHT dariranting Sugio pada tahun 2010 bersama mas Hendrik dari dusun pereng.
                                Memang ditahun 2014 dusun Pereng tidak mengesahkan seorang warga namun pada saat itu ternyata banyak pemuda Dusun Pereng yang mulai ikut Latihan PSHT di tempat lain sehingga pada tahun 2015 Warga PSHT dusun Pereng pun bertambah 6 Orang yaitu : Fatih disahkan dari Made ranting Lamongan, Dwi Sunopo dari Ranting Kembangbahu, Ipul, Khoirul Hamza, Mustofa dan Mahendra dari Padepokan dengan disahkanya mereka ber enam semangat menghidupkan latihan PSTH di dusun Pereng pun mulai membara lagi sehingga pada saat itu mengadaka latihan lagi bertempat di RT. 13 di depan rumahnya Mas Mustofa. 
                             Latihan berjalan lancar dengan jumlah siswa yang sangat banyak, hari pun berlalu musimpun berganti begitu pula dengan seleksi alampun terjadi untuk mendapatkan bibit-bibit PSHT yang tanggung dan sabar sehingga pada tahun 2016 hanya tersisa 3 siswa yang mampu menyandang sabuk hijau ke ranting Sukodadi.
                             Setelah siswa masuk ke ranting Sukodadi para Warga PSHT berkumpul mengadakan Musyawarah warga PSHT dusun Pereng yang bertempat di Rayon Pereng (Rumahnya Mas Mustofa). hasil dari Musyawarah diantaranya adalah : Membantu Saudara yang kesusahan dan kesepakatan untuk membuat Simbol Mempererat Peraudaraan dengan mendirikan sebuah Tugu PSHT di Telaga Dusun Pereng, dalam pembuatan tugu berjalan tidak semuda dengan apa yang direncanakan dari mulai perizinan yang membuat Sesepuh PSHT rayon Pereng harus turun tangan sampai acara Tumpengan peletakan batu pertama yang menguras hati, semua itu terjadi karna kurangnya rasa saling pengertian antara warga PSHT. 

                          Hingga pembangunan pun dimulai. dan disela-sela pembangunan Konflik pun terjadi yang didasari karna tidak sejalanya sebuah pemikiran bersama dan kurangnya rasa legowo dan toleransi antara warga PSHT hingga kata-kata pedaspun keluar dari mulut kemulut. namun dibalik itu semua menghasilkan buah yang sangat manis yaitu setelah terselesainya Sebuah tugu PSHT dilanjutkan dengan syukuran dan Evaluasi disini semua saling ganti menyalahkan sehingga pada kesimpulanya semua merasa salah dan saling memohon maaf dan memahami alasan dari kesalahanya masing masing dari situlah jiwa SH kami lebih bersinar lagi untuk menerangi kegelapan kegelapan Egois, iri hati yang ada dalam diri ini sehingga gelap pun menjadi terang dan Jauh menjadi dekat sebuah persaudaraan yang ada di Rayon menjadi keluarga dilubuk hati yang Insya Allah tidak akan terceraikan.
                           melanjut ke seswa PSHT di rayon Pereng yang mana satu siswa gugur  hingga tersisa 2 siswa yang pada tangga 5 Suro atau pada tanggal 5 Oktober 2016 Lagi-lagi para warga PSHT dusun Pereng dapat berbangga diri karna dapat Mengesahkan 2 orang warga PSHT mereka adalah Rozak dan Safriya yang berasal dari ranting Sukodadi. Dilain tempat banyak pula pemuda dusun Pereng yang mengikuti latihan ditempat lain yaitu Hudi, Azis, Inul, Asim, Adinda, Candra
sehingga bersamaan dengan disahkanya Rozak dan Safriyan dari tempat lain pun mengesahkan Azis, Hudi dan Inul dari Padepoan Asim, Adinda dan Candra dari Ranting Lamongan. sehinga pada tahun 2016 jumlah warga baru PSHT adalah 8 Orang warga dan bersamaan mereka pula bertambah 2 warga PSHT dari dari Kota sebrang yaitu Mas Didik (Suaminya Bu Laili) dan dari desa Keduwul ia adalah Nopan (Istrinya Bu Ni'ma).
                        Kini PSHT Dusun Pereng pun berkembang dengan berpartisipasinya Pelatihan Etrakurikuler di tingkat Madrasah, sehingga saat ini latihan PSHT di dusun pereng ada 2 tempat yaitu di Rayon (di rumahnya mas Mustofa) dan Extrakurikuler di Madrasah dengan satu Komando dari ketua Rayon yaitu Mas Arif Wahyudi dengan bimbingan sesepuh PSHT rayon Pereng Mas Didik Poerwanto.



                                              Manusia dapat dihancurkan Manusia dapat dimatikan
                                                      tetapi manusia tidak dapat dikalahkan
                                              selama manusia itu masih setia pada dirinya sendiri
                                                         atau ber SH pada dirinya sendiri